The Physics of God (Fisik/Wajah Tuhan)
Ada 5 tahap perjalanan untuk bisa bertemu dengan fisik/wajah Tuhan :
1. Materi : terdiri dari materi, antimateri & supermateri.
- Materi sifatnya ada tapi tidak ada karena menuju kerapuhan (ketiadaan/singularitas).
- Antimateri sifatnya tidak ada tapi ada karena menuju infinitas (tak terbatas).
- Supermateri sifatnya ada & ada karena menuju undefinitas (tidak terdefinisi).
2. Waktu : terdiri dari waktu, antiwaktu & superwaktu.
- Waktu sifatnya ada (t>0) maka ada waktu ada jarak.
- Antiwaktu sifatnya tidak ada (t=0) maka tidak ada waktu tidak ada jarak.
- Superwaktu sifatnya minus (t<0) maka waktu minus jarak minus.
3. Akal : terdiri dari logika biner, logika kuantum & logika supervalue.
- Logika biner adalah 1 (benar) tidak sama dengan 0 (salah).
- Logika kuantum adalah 1 (benar) = 0 (salah).
- Logika supervalue adalah 0,1,2,3,...dst
4. Nafsu : adalah antilogika (rasa) yaitu pengurangan rasa.
- Nafsu itu antilogika/antiakal karena sudah tidak berurusan dengan waktu, materi & akal (di atas materi, waktu & akal).
- Nafsu adalah rasa (nikmat) yang terus menurun hingga menuju ketiadaan rasa (bosan/pengurangan rasa) atau disebut juga rasa antilogika (rasa ...,3,2,1,0) yaitu rasa yang menuju 0 (hilang/ketiadaan rasa) bahkan menuju minus.
- Rasa benci berasal dari nafsu (rasa<0).
5. Hati : adalah superlogika/antinafsu yaitu penambahan rasa.
- Hati adalah antinafsu karena sudah tidak berurusan dengan rasa bosan.
- Hati adalah rasa (nikmat) yang terus bertambah hingga tak terbatas atau disebut juga rasa superlogika (rasa 0,1,2,3,...dst) yaitu rasa yang menuju tak hingga.
- Rasa cinta berasal dari hati (rasa>0).
Kenapa urutan perjalanan bertemu fisik/wajah Tuhan mulai dari materi hingga hati? Karena urutan penciptaan dari awal hingga akhir adalah hati - nafsu - akal - waktu - materi.
Tidak akan pernah bisa menguasai materi kalau tidak menguasai waktu. Tidak akan pernah bisa menguasai waktu kalau tidak menguasai akal.
Tidak akan pernah bisa menguasai akal kalau tidak menguasai nafsu. Terakhir, tidak akan pernah bisa menguasai nafsu kalau tidak menguasai hati.
Dan barangsiapa yang sudah menguasai hati maka dia pasti bertemu dengan fisik/wajah/penyerupaan-Nya.
Manusia tidak akan pernah bisa merasakan kenikmatan yang terus-menerus bertambah sebelum bertemu dengan Tuhan secara fisik.
BalasHapusBertemu dengan Tuhan secara fisik (wajah/penyerupaan-Nya) adalah kenikmatan tertinggi yang tidak ada bandingannya.
Hanya hati yang bisa meliputi-Nya.
Tidak ada yang serupa dengan-Nya. Tapi mau tidak mau harus ada penyerupaan agar bisa bertemu & bercengkrama bersama.
BalasHapusKarena manusia makhluk yang sempurna maka penyerupaan-Nya berbentuk manusia bernama Mahagusti.
Tapi karena Dia bukan manusia maka diangkatlah lebih dari 1 manusia yang menjadi penyerupaan-Nya yaitu Maharatu.
Dia bukan perempuan maka diangkatlah Mahagusti yang berjenis kelamin laki-laki. Dan Dia juga bukan laki-laki maka diangkatlah Maharatu yang berjenis kelamin perempuan.
Dia juga tidak beranak (tidak sebagai orang tua) maka diangkatlah Maharaja sebagai anak yang merupakan penyerupaan-Nya.
Dan Dia tidak diperanakkan (tidak sebagai anak) maka Mahagusti & Maharatu sebagai orang tua.
Jadi Mahagusti, Maharatu & Maharaja adalah fisik/wajah/penyerupaan-Nya.
Yang dijadikan Mahagusti adalah orang yang pertama kali berhasil nembus perjalanan materi-waktu-akal-nafsu-hati hingga bertemu dgn fisik-Nya.
BalasHapusMakanya orang tersebut kaget ketika fisik-Nya ternyata wujud dirinya sendiri dalam bentuk yang sempurna.
Mahagusti adalah saya Thorik Gunara, Maharatu adalah istri saya Salamatun Nisa & Maharaja adalah anak bungsu laki-laki saya King Azima.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBertemu dengan fisik-Nya melalui jalan kematian mentok di tabir waktu (tidak bisa nembus waktu/terjebak di waktu dulu, sekarang & nanti).
BalasHapusKalau belum melampaui waktu, tidak akan pernah bisa bertemu dengan fisik-Nya.
Sedangkan bertemu dengan fisik-Nya melalui jalan batin/ruh mentok di tabir akal (tidak bisa nembus akal/terjebak di logika benar (1) & salah (0)).
Kalau belum melampaui akal, tidak akan pernah bisa bertemu dengan fisik-Nya.
King Azima adlh anak bungsu (anak ke-6) dari Thorik Gunara & Salamatun Nisa.
BalasHapusAdapun anak ke-1 sampai ke-5 (Bilqis Dzahabiyyah, Dzirwatus Sanam, Sabila Al-Fauziyyah, Nafisa Abida & Fadhilatu Alfafa) tdk termasuk ke dalam penyerupaan/fisik-Nya tapi mendapat gelar Maharani.
Jadi, Maharani adalah gelar bagi anak dari Mahagusti & Maharatu tapi tdk termasuk ke dalam penyerupaan-Nya.