Selasa, 11 April 2017

The Physics of God

The Physics of God (Fisik/Wajah Tuhan)

Ada 5 tahap perjalanan untuk bisa bertemu dengan fisik/wajah Tuhan :

1. Materi : terdiri dari materi, antimateri & supermateri.
- Materi sifatnya ada tapi tidak ada karena menuju kerapuhan (ketiadaan/singularitas).
- Antimateri sifatnya tidak ada tapi ada karena menuju infinitas (tak terbatas).
- Supermateri sifatnya ada & ada karena menuju undefinitas (tidak terdefinisi).

2. Waktu : terdiri dari waktu, antiwaktu & superwaktu.
- Waktu sifatnya ada (t>0) maka ada waktu ada jarak.
- Antiwaktu sifatnya tidak ada (t=0) maka tidak ada waktu tidak ada jarak.
- Superwaktu sifatnya minus (t<0) maka waktu minus jarak minus.

3. Akal : terdiri dari logika biner, logika kuantum & logika supervalue.
- Logika biner adalah 1 (benar) tidak sama dengan 0 (salah).
- Logika kuantum adalah 1 (benar) = 0 (salah).
- Logika supervalue adalah 0,1,2,3,...dst

4. Nafsu : adalah antilogika (rasa) yaitu pengurangan rasa.
- Nafsu itu antilogika/antiakal karena sudah tidak berurusan dengan waktu, materi & akal (di atas materi, waktu & akal).
- Nafsu adalah rasa (nikmat) yang terus menurun hingga menuju ketiadaan rasa (bosan/pengurangan rasa) atau disebut juga rasa antilogika (rasa ...,3,2,1,0) yaitu rasa yang menuju 0 (hilang/ketiadaan rasa) bahkan menuju minus.
- Rasa benci berasal dari nafsu (rasa<0).

5. Hati : adalah superlogika/antinafsu yaitu penambahan rasa.
- Hati adalah antinafsu karena sudah tidak berurusan dengan rasa bosan.
- Hati adalah rasa (nikmat) yang terus bertambah hingga tak terbatas atau disebut juga rasa superlogika (rasa 0,1,2,3,...dst) yaitu rasa yang menuju tak hingga.
- Rasa cinta berasal dari hati (rasa>0).

Kenapa urutan perjalanan bertemu fisik/wajah Tuhan mulai dari materi hingga hati? Karena urutan penciptaan dari awal hingga akhir adalah hati - nafsu - akal - waktu - materi.

Tidak akan pernah bisa menguasai materi kalau tidak menguasai waktu. Tidak akan pernah bisa menguasai waktu kalau tidak menguasai akal.

Tidak akan pernah bisa menguasai akal kalau tidak menguasai nafsu. Terakhir, tidak akan pernah bisa menguasai nafsu kalau tidak menguasai hati.

Dan barangsiapa yang sudah menguasai hati maka dia pasti bertemu dengan fisik/wajah/penyerupaan-Nya.